Press-release

Profesionalisme Pengamanan Diapresiasi, Satpam PT PIM Raih Penghargaan Terbaik

Profesionalisme Pengamanan Diapresiasi, Satpam PT PIM Raih Penghargaan Terbaik

Lhokseumawe, 9 Januari 2025 – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali mencatatkan capaian positif di bidang pengamanan perusahaan. Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-44, PT PIM menerima piagam penghargaan sebagai Satpam Terbaik dari Polres Lhokseumawe dan Polres Bireuen.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Rabu, 8 Januari 2025. Dari Polres Lhokseumawe, piagam penghargaan diberikan melalui Kabag SDM AKP Erpansyah Putra, sedangkan dari Polres Bireuen penghargaan diserahkan oleh Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko, S.H., M.H.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, dan profesionalisme satuan pengamanan PT PIM dalam menjaga keamanan lingkungan kerja serta mendukung kelancaran operasional perusahaan.

Assistant Vice President PT PIM, Hasanuddin, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara manajemen perusahaan, satuan pengamanan, serta dukungan dari seluruh insan PIM dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan kondusif.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar PT PIM. Ini adalah prestasi bersama yang tidak lepas dari kerja sama antara perusahaan, manajemen, dan seluruh anggota satuan pengamanan,” ujar Hasanuddin.

Menurutnya, aspek keamanan memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan, terlebih PT PIM merupakan objek vital yang membutuhkan sistem pengamanan yang disiplin, responsif, dan terkoordinasi.

“PT PIM senantiasa mengutamakan disiplin, pelatihan berkelanjutan, serta kerja sama tim dalam menghadirkan sistem pengamanan yang optimal. Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme Satpam PIM ke depan,” tambahnya.

Melalui penghargaan ini, PT PIM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keamanan di lingkungan perusahaan, membangun sinergi dengan aparat keamanan, serta menjaga stabilitas operasional sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan industri pupuk nasional.

KERJASAMA STRATEGIS PT PEMA DAN PT PIM UNTUK PASOKAN GAS BUMI WK “B” MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN

KERJASAMA STRATEGIS PT PEMA DAN PT PIM UNTUK PASOKAN GAS BUMI WK “B” MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN

Banda Aceh, 23 Desember 2024 – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Pembangunan Aceh (PEMA) telah menandatangani Keyterms Perjanjian Jual Beli Gas Bumi Wilayah Kerja (WK) B dalam agenda Rapat Koordinasi Alokasi Gas Bumi di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh. Kerjasama antara PEMA dan PIM ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku gas operasional guna mengoptimalkan produksi pupuk dalam rangka program Ketahanan Pangan Nasional. Kegiatan ini juga dihadiri oleh PT Pema Global Energi (PGE) sebagai KKKS pengelola Fasilitas WK B yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Agenda tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan pasokan gas bagi operasional Pabrik PIM-2. Dalam kesempatan tersebut, PEMA menyampaikan bahwa proses komersialisasi gas bumi WK B telah dimulai sejak awal 2023 dengan dukungan BPMA sebagai regulator, untuk mendapatkan alokasi gas bumi dari WK B yang saat ini berada dalam tahap finalisasi, termasuk pengajuan sebagai penerima alokasi gas bumi kepada Pemerintah melalui Kementerian ESDM.

Direktur Operasi dan Produksi PIM, Jaka Kirwanto, menegaskan bahwa kepastian pasokan gas dari WK B sangat penting untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi pupuk bersubsidi.

“Saat ini, kapasitas pasokan gas dari Blok A hanya mencapai 30 BBTUD, sehingga terdapat gap yang masih dipenuhi dari sumber gas lainnya termasuk dari LNG. Pada tahun 2024, Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas mengalokasikan satu kargo LNG untuk memenuhi kekurangan pasokan tersebut,” ungkap Jaka.

Penandatanganan keyterms ini menjadi langkah strategis dalam menjamin pasokan gas bumi sebagai energi utama dalam proses produksi PIM. Inisiatif ini juga merupakan bentuk sinergi antara PEMA, PIM, dan Pemerintah Aceh dalam memaksimalkan potensi sumber daya energi di Wilayah Kerja B untuk mendukung industri di wilayah tersebut.

Faisal Ilyas, Direktur Pengembangan Bisnis PEMA, menyatakan, “Kerja sama ini adalah sinergi antara BUMD dan BUMN, yang juga menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan industri migas di Aceh. PT PEMA berkomitmen untuk mendukung kebutuhan energi bagi industri strategis seperti PT PIM, yang memiliki dampak besar bagi perekonomian Aceh. Kami percaya bahwa langkah ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah operasi.”

Kerjasama ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan PIM pada LNG, sehingga mendukung efisiensi operasional pabrik dan menurunkan biaya produksi untuk menyediakan pupuk yang lebih kompetitif bagi petani secara nasional.

Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Tahun ini, pemerintah telah meningkatkan alokasi pupuk subsidi menjadi 9,55 juta ton, sebagai komitmen untuk memenuhi kebutuhan petani secara nasional. Untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan alokasi gas bumi yang cukup dan handal guna memastikan produksi dan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar.

Agenda ini mencerminkan komitmen PIM, PEMA, dan PGE dalam mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan operasional industri di Aceh, sekaligus menjadi langkah nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional.

PT PIM Gelar Simulasi Tanggap Darurat untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan

PT PIM Gelar Simulasi Tanggap Darurat untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar simulasi tanggap darurat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (13/12/2024) di area pabrik dan desa sekitar perusahaan, tepatnya di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Simulasi ini melibatkan seluruh elemen internal, termasuk karyawan, Tim K3, Tim Humas, dan Tim Keamanan Perusahaan, serta dukungan pihak eksternal, seperti Muspika Dewantara, TNI, Polri, dan Tim Pemadam Kebakaran setempat. Kegiatan bertujuan untuk menguji sistem tanggap darurat serta memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) berjalan efektif dalam menangani situasi kritis.

 VP TJSL & Humas PT PIM, Saiful Rakjab, menjelaskan bahwa simulasi ini menskenariokan kebocoran gas amoniak di Pabrik PIM-1 yang berdampak hingga ke pemukiman masyarakat. “Arah angin pada saat kejadian mensimulasikan gas mengarah ke Desa Keude Krueng Geukueh dan Tambon Baroh, sehingga kami melakukan evakuasi masyarakat di kedua desa tersebut,” ungkapnya.

Saiful menambahkan, simulasi dilakukan rutin untuk memastikan masyarakat sekitar tidak panik jika terjadi situasi darurat sesungguhnya. “Kami terus berkoordinasi dengan Muspika dan Geuchik desa lingkungan untuk memastikan penanganan masyarakat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

Sekretaris Camat Dewantara, Muhammad Nurkhazi, S.STP, menyampaikan apresiasi kepada PT PIM atas pelaksanaan simulasi ini. “Simulasi ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, terutama tentang langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran gas amoniak. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

VP K3LH PT PIM, Usman, menjelaskan bahwa simulasi bertujuan memastikan kesiapan seluruh elemen, baik personel, sarana, maupun koordinasi internal, dalam menghadapi situasi darurat. “Tujuan utama simulasi ini adalah memastikan sistem tanggap darurat dapat berfungsi optimal saat kondisi darurat benar-benar terjadi. Meski kita tidak mengharapkan kondisi tersebut, kesiapan adalah hal yang mutlak,” ujarnya.

Simulasi kali ini mengangkat skenario kebakaran dan kebocoran gas amoniak level 3 yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar. Selain elemen internal perusahaan, simulasi juga melibatkan Muspika, Geuchik, masyarakat, dan rumah sakit setempat untuk memastikan koordinasi yang solid.

“Masyarakat juga dilibatkan untuk melihat bagaimana mereka merespons situasi darurat, sementara pihak rumah sakit mempraktikkan penanganan korban yang membutuhkan perawatan,” tambah Usman.

Meski berjalan lancar, Usman mengakui koordinasi antar pihak masih menjadi tantangan utama. “Simulasi ini dilakukan setidaknya sekali setahun. Dari pelaksanaan ini, kami terus menemukan ruang untuk perbaikan di masa mendatang,” jelasnya.

Sebelum simulasi, masyarakat diinformasikan melalui Geuchik di masing-masing desa agar tidak panik saat simulasi berlangsung. Simulasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, baik dari perusahaan maupun dari sumber lainnya.

Ke depan, perusahaan berkomitmen melaksanakan simulasi ini secara rutin. “Kami berharap seluruh fungsi, mulai dari personel hingga sarana, dapat beroperasi optimal kapanpun situasi darurat terjadi, baik di jam kerja maupun di luar jam kerja. Dengan demikian, dampak situasi darurat dapat diminimalkan dan ditangani dengan baik,” tutup Usman.

Mubadala Energy dan PT Pupuk Iskandar Muda Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Menjajaki Solusi Pasokan Gas untuk Industri Pupuk Indonesia

Mubadala Energy dan PT Pupuk Iskandar Muda Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Menjajaki Solusi Pasokan Gas untuk Industri Pupuk Indonesia

Jakarta, 11 Desember 2024 – Mubadala Energy, perusahaan energi internasional terkemuka, dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), anak perusahaan pupuk milik PT Pupuk Indonesia (Persero), dengan bangga mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk menjajaki peluang pemanfaatan dan potensi pembelian gas dari KKS South Andaman.

Berdasarkan Nota Kesepahaman tersebut, kedua belah pihak akan melakukan kajian dan evaluasi komprehensif, serta pertukaran informasi, untuk menilai kelayakan dan potensi manfaat pengadaan gas dari KKS South Andaman. Kolaborasi ini menindaklanjuti penemuan gas yang diumumkan baru-baru ini di Layaran-1 dan Tangkulo-1 di South Andaman, yang memiliki potensi multi triliun kaki kubik (TCF) gas in place.

Inisiatif ini berpotensi menjamin pasokan gas yang andal dan berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan industri pupuk saat ini dan masa depan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik PIM yang ada dan membuka jalan bagi pengembangan proyek PIM-3 di masa depan, sehingga meningkatkan produktivitas dan berkontribusi terhadap stabilitas sektor pertanian Indonesia.

Mengomentari kemitraan ini, Abdulla Bu Ali, Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, menyatakan: “Ini menandai kemajuan yang signifikan dalam mencapai tujuan bersama dalam pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. Kami yakin bahwa melalui kolaborasi ini, kami dapat sepenuhnya memanfaatkan potensi dari blok South Andaman, sehingga memberikan manfaat besar bagi masing-masing perusahaan kami dan kawasan ini."

Budi Santoso Syarif, Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda menambahkan, “Nota Kesepahaman ini menandai langkah signifikan dalam menjamin pasokan gas yang andal untuk produksi pupuk kami. Kolaborasi dengan Mubadala Energy tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional kami namun juga memperkuat komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan sektor pertanian Indonesia yang terus meningkat. Dengan adanya pasokan gas dari Mubadala Energy, selain untuk pengembangan PIM-3, ada banyak hilirisasi industri petrokimia yang dapat dibangun di Aceh sehingga akan memberi dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat dan menjadi langkah kongkrit untuk mengembalikan kejayaan Aceh di masa lalu”.

Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengoptimalkan sumber daya energi di Indonesia, memastikan bahwa negara dapat memenuhi kebutuhan energi dan pertanian yang terus meningkat secara berkelanjutan. Baik Mubadala Energy maupun PIM berkomitmen untuk mendorong inovasi dan kolaborasi di sektor energi dan pertanian, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan swasembada energi Indonesia.

Kolaborasi Strategis PT Pupuk Iskandar Muda dan Lembaga serta Instansi Pemerintah Dalam Optimalisasi KEK Arun Lhokseumawe

Kolaborasi Strategis PT Pupuk Iskandar Muda dan Lembaga serta Instansi Pemerintah Dalam Optimalisasi KEK Arun Lhokseumawe

Sabang – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe” di Sabang pada tanggal 9-10 November 2024. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PT Pupuk Iskandar Muda, Eko Setyo Nugroho, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari lembaga dan instansi pemerintah. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kunjungan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK ke Area KEK Arun Lhokseumawe pada tanggal 7 November 2024.

FGD ini bertujuan untuk menggali potensi serta kendala yang dihadapi pelaku usaha khususnya PT Pupuk Iskandar Muda dalam memanfaatkan fasilitas di KEK Arun Lhokseumawe. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi optimalisasi fasilitas KEK guna menarik investasi lebih lanjut serta meningkatkan daya saing kawasan dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional.

Dalam sambutannya, Eko Setyo Nugroho menekankan pentingnya KEK Arun Lhokseumawe sebagai penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi regional di Aceh. “Implementasi Sistem Pemberitahuan Pabean Kawasan Ekonomi Khusus (PPKEK) adalah langkah penting untuk memastikan pemanfaatan fasilitas perpajakan dan kepabeanan berjalan efektif, transparan, dan efisien sesuai peraturan,” ujar Eko. PIM berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi fasilitas KEK, dengan rencana pengembangan proyek strategis seperti Pabrik PIM-3, Green Ammonia, Blue Ammonia, dan Methanol, yang berada di KEK Arun Lhokseumawe. Ini merupakan upaya PIM dalam mendukung program swasembada pangan dan energi pemerintah.

Saat ini, PT PIM menjadi satu-satunya pelaku usaha di KEK Arun Lhokseumawe yang telah memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean. Hal ini semakin memperkuat daya saing global PIM dan memudahkan perusahaan dalam menjalankan aktivitas ekspor-impor dengan dukungan fasilitas fiskal seperti tax holiday untuk proyek NPK, pembebasan/penangguhan bea masuk, tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) serta insentif nonfiskal lainnya.

KEK Arun Lhokseumawe memiliki peran strategis untuk mendukung investasi dan industri dalam negeri. Hingga Triwulan III 2024, kawasan ini telah mencatat investasi sebesar Rp5,306 triliun. Di KEK Arun Lhokseumawe ini, industri utama meliputi sektor energi, petrokimia dan kimia lainnya, pengolahan kelapa sawit, pengolahan kayu, dan logistik.

Peserta FGD terdiri dari perwakilan berbagai lembaga dan institusi, yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, Lembaga National Single Window, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe, serta Administrator KEK Arun Lhokseumawe.

Dengan adanya kolaborasi antara PIM dan pihak terkait, diharapkan KEK Arun Lhokseumawe dapat semakin berkembang sebagai pusat ekonomi regional yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi lokal.

Pupuk Iskandar Muda Menghimbau Para Petani Mendaftar Sebagai Penerima Pupuk Subsidi Tahun 2025

Pupuk Iskandar Muda Menghimbau Para Petani Mendaftar Sebagai Penerima Pupuk Subsidi Tahun 2025

Aceh Utara, 7 November 2024 – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mengajak seluruh petani untuk segera mendaftarkan diri sebagai calon penerima pupuk subsidi tahun 2025. Penginputan data mulai tanggal 10 Oktober hingga 15 November 2024. Program ini merupakan upaya berkelanjutan Pemerintah dalam mendukung produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan ini, PT PIM menghimbau para petani untuk memanfaatkan waktu pendaftaran dengan baik dan segera menghubungi penyuluh pertanian atau kantor desa setempat untuk mendapatkan informasi serta bantuan terkait proses pendaftaran. Vice President Mitra Bisnis Pemasaran PIM, R. Mustakim, menjelaskan bahwa pendaftaran ini penting untuk memastikan petani terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi, sehingga penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

“Saran kami, Kepala Desa dapat melaksanakan musyawarah dengan seluruh Ketua Kelompok Tani dan Ketua Gabungan Kelompok Tani, untuk mengajak semua warganya yang melakukan kegiatan pertanian agar bergabung ke Kelompok Tani. Sehingga nantinya data petani (berupa fotocopy KK & KTP) yang tergabung ke Kelompok Tani akan diserahkan ke Penyuluh Pertanian oleh Ketua Kelompok Tani,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh petani di wilayah Sumbagut (wilayah kerja PIM) diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk memastikan sudah terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi sehingga program subsidi dapat tersalurkan dengan efektif.

Para petani diharapkan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam program subsidi pupuk pemerintah. Kriteria penerima pupuk bersubsidi mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetepan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Menurut peraturan tersebut, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang melakukan usaha tani subsector :

  1. Tanaman Pangan dengan komoditas padi, jagung, kedelai.
  2. Hortikultura dengan komoditas cabai, bawang merah, bawang putih, dan/atau
  3. Perkebunan dengan komoditas kopi, tebu rakyat, kakao.

Adapun luas lahan yang diusahakan oleh petani paling luas 2 (dua) hektare setiap musim tanam dan diutamakan petani kecil yang melakukan usaha tani dengan lahan paling luas 0,5 hektare.

Petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi adalah petani yang terdaftar dalam E-RDKK, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2024, Pasal 3 Ayat (4) yang berbunyi : “Petani sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK)”.

Untuk mendaftar sebagai penerima pupuk subsidi melalui e-RDKK, petani dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Bergabung dengan Kelompok Tani yang berada di desa atau wilayah setempat.
  2. Menyerahkan data pribadi yang diperlukan, seperti fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, kepada Ketua Kelompok Tani.
  3. Ketua Kelompok Tani akan menyampaikan data anggota kelompok ke penyuluh pertanian untuk diverifikasi dan diinput dalam sistem e-RDKK.

PT Pupuk Iskandar Muda berharap agar seluruh petani dapat segera mendaftarkan diri sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Dengan program subsidi pupuk ini, PIM berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kantor Pusat :

Jl. Medan - Banda Aceh
(Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe)
Desa/Kelurahan Tambon Baroh
Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara
Provinsi Aceh
Kode Pos : 24354; Telp (62-645) 56222

Layanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia :
Kantor Perwakilan :
Jl. Bangka Raya No. 107, PO. Box 4177
Jakarta, Indonesia
Telp (62-21) 71793227; Fax (62-21) 7179096;