Press-release

GeNose C19 Tiba di PT Pupuk Iskandar Muda

GeNose C19 Tiba di PT Pupuk Iskandar Muda

Sebanyak dua unit GeNose C19 telah tiba di PT Pupuk Iskandar Muda. Uji coba penggunaan GeNose untuk pertama kalinya dilakukan langsung oleh Direktur Operasi dan Produksi Jaka Kirwanto pada Selasa (16/3/2021) bertempat di Posko Tanggap Covid-19 PT Pupuk Iskandar Muda.

Kegiatan ini disaksikan oleh VP Humas Nasrun beserta staf, dr. Mena Fitriana mewakili RS PRIME, dan Staf dari K3 & LH.

Dalam pesannya Jaka menyampaikan bahwa ini salah satu langkah manajemen dalam menangani penyebaran Covid-19, “Ini GeNose pertama yang tiba di Tanah Aceh. Semoga dengan adanya GeNose C19 ini kita dapat melakukan tracing dan tracking penyebaran Covid-19 dengan lebih mudah terutama di lingkungan PT Pupuk Iskandar Muda” ungkap Jaka.

Selanjutnya Jaka menambahkan bahwa cara kerja GeNose C19 yang diciptakan oleh UGM Yogyakarta sangat mudah dan praktis serta dapat menghemat waktu.

“Kita hanya perlu menghembuskan nafas ke dalam kantong khusus, lalu biarkan mesinnya yang bekerja untuk mendeteksi. Dalam waktu lima menit kita sudah mendapatkan hasilnya dalam bentuk print out” terang Jaka.

VP Humas Nasrun menambahkan tibanya GeNose di PT PIM sangat tepat waktu, “Sebentar lagi kita akan TA, sehingga GeNose ini dapat menghemat waktu dan juga biaya untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 pada karyawan dan juga tenaga TA nanti” ungkap Nasrun.

Nantinya GeNose C19 juga tersedia di RS Prima Inti Medika PT Pupuk Iskandar Muda mendampingi Antibody  Testing, Rapid Antigen Test, dan PCR Testing.

GeNose C19 secara resmi mendapatkan izin edar (KEMENKES RI AKD 20401022883) untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat.

Rambah Pasar Global, Pupuk Iskandar Muda Lakukan Ekspor Perdana Urea Komersil Tahun 2021 Ke Srilanka

Rambah Pasar Global, Pupuk Iskandar Muda Lakukan Ekspor Perdana Urea Komersil Tahun 2021 Ke Srilanka

Tingkatkan penjualan produk dengan merambah pasar global, Pupuk Iskandar Muda melakukan ekspor perdana 11.000 Ton Urea Komersil (non subsidi) ke Negara Colombo, Srilanka menggunakan kapal NV Truong Minh Dragon pada Jumat (5/3/2021). Total ekspor pupuk urea komersil tahun 2021 yang telah ditetapkan oleh Pemegang Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) sebanyak 30.000 Ton secara bertahap.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Direktur Keuangan & Umum PT Pupuk Iskandar Muda Rochan Syamsul Hadi dan dihadiri oleh SVP ( Senior Vice President) mengingat tidak diperbolehkan adanya keramaian sesuai protokol kesehatan Covid-19  di Dermaga TUK PT PIM.

Tahap awal dilakukan pengapalan 11.000 Ton yang diperkiraan selama 3 hari loading mulai tanggal 5 Maret 2021, dan tahap kedua loading kapal sebanyak 11.000 ton diperkirakan tanggal 20 Maret 2021, selanjutnya sisa 8.000 ton diperkirakan loading kapal pertengahan April 2021. Tahapan loading kapal dilakukan secara bertahap karena pelabuhan TUK Pupuk Iskandar Muda baru mampu menampung maksimal kapal berkapasitas bobot mati maksimal 15.000 ton.

PT Pupuk Iskandar Muda berada pada lokasi yang sangat strategis untuk mengekspor produknya karena terletak dipinggir selat malaka yang merupakan jalur lintasan internasional sehingga memudahkan terkoneksi pada jalur perdagan global dan negara tujuan ekspor.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bakir Pasaman menjelaskan bahwa pelepasan ekspor ke pasar global  merupakan implementasi program sentralisasi proses bisnis pemasaran yang dicanangkan oleh Pupuk Indonesia sebagai induk Perusahaan.

Kedepan, PT PIM bersama anak perusahaan Pupuk Indonesia lainnya akan bersinergi dalam memasarkan produk sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan mengembangkan jangkauan korporasi ke pasar global.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda, Yanuar Budinorman mengatakan bahwa ekspor Urea komersil (non subsidi) ini merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 2012 lalu. “Kegiatan ekspor ini merupakan langkah penting bagi Perusahaan untuk terus tumbuh dan bermanfaat. Selain meningkatkan pendapatan Perusahaan juga akan menambah devisa negara,” kata Yanuar.

Direktur Keuangan & Umum Rochan Syamsul Hadi menjelaskan bahwa kegiatan ekspor akan meningkatkan pendapatan Perusahaan sekaligus membuka jalur perdagangan baru, khususnya di kawasan Asia Tenggara. “Selama ini PIM masih bertumpu pada penjulan subsidi yang ditugaskan oleh Pemerintah, namun produksi pupuk PIM lebih besar dari kuota subsidi pemerintah sehingga terbuka peluang ekspor. Melalui ekspor ini ke depan akan membuka berbagai peluang baru bagi Perusahaan di sektor komersial dengan memanfaatkan letak geografis yang strategis” terang Rochan.

Direktur Operasi & Produksi Jaka Kirwanto mengungkapkan bahwa dari sisi produksi PT PIM siap untuk merambah pasar ekspor. “Operasional pabrik berjalan dengan lancar dan ketersediaan stok pupuk melimpah sehingga saat ini PT PIM mampu dan siap untuk menjajaki pasar di kawasan regional maupun secara global," ungkapnya.

Dukung Karya Anak Bangsa, PT PIM Beli 2 Unit GeNose C19 Buatan UGM

Dukung Karya Anak Bangsa, PT PIM Beli 2 Unit GeNose C19 Buatan UGM

Yogyakarta -  PT Pupuk Iskandar Muda yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil langkah tegas dalam menangani penyebaran Covid-19 yaitu dengan membeli 2 (Dua) Unit GeNose C19 karya anak bangsa, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Direktur Operasi & Produksi PT PIM Jaka Kirwanto menghadiri acara “Pendistribusian 2021 (Dua ribu dua puluh satu) Unit GeNose C19 ke Seluruh Indonesia” pada Senin (01/03/2021) bertempat di UGM Science Techno Park. Rektor UGM Prof. Panut Mulyono melepas langsung pendistribusian 2021 unit GeNose C19 ke seluruh wilayah di Indonesia. Dalam kegiatan ini secara simbolis, Jaka menerima dua unit GeNose C19 yang diserahkan oleh perwakilan UGM.

Jaka menjelaskan bahwa ini merupakan GeNose pertama yang akan dibawa ke Aceh khususnys PT Pupuk Iskandar Muda.

“PT PIM merupakan koordinator BUMN Wilayah Aceh untuk penanganan Covid-19, ini salah satu cara kita untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani Covid-19. Selain itu, PT PIM dengan bangga dapat mendukung karya anak bangsa,” ungkap Jaka.

Jaka menambahkan bahwa GeNose C19 dipersiapkan salah satunya untuk kegiatan Turn Around (TA) yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan. “Perusahaan akan segera melaksanakan TA. Jadi GeNose C19 ini dapat langsung digunakan, mengingat pada saat TA banyak tamu dari luar daerah yang masuk ke perusahaan. Sehingga kalau terjadi sesuatu kita akan dengan mudah melakukan tracing dan tracking,” tambahnya.

GeNose C19 merupakan alat inovasi Universitas Gadjah Mada yang terbaru dalam screening Covid-19. Alat ini memiliki cara kerja yang ringkas dan cepat dalam mendeteksi Covid-19. Kelebihan dari GeNose adalah non-invasif atau hanya membutuhkan sampel napas dan tingkat akurasinya lebih dari 90%. Hasilnya juga keluar dengan waktu yang relatif cepat, hanya membutuhkan waktu 2,5 menit dan tidak lebih dari 5 menit. Selain itu, tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainya.

Hijaukan Perusahaan, PIM Tanam Pohon Trembesi

Hijaukan Perusahaan, PIM Tanam Pohon Trembesi

Krueng Geukueh – Memperingati Bulan K3 Nasional 2021 PT Pupuk Iskandar Muda mengadakan serangkaian kegiatan salah satunya penanaman pohon pada Rabu (17/02/2021). Lokasi penanaman bertempat di sisi timur pabrik PIM.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Operasi & Produksi Jaka Kirwanto beserta jajaran SVP, VP, dan Karyawan. Dalam sambutannya Jaka Kirwanto menyampaikan bahwa acara penanaman pohon ini bukan sebatas seremonial biasa namun merupakan program perusahaan untuk menuju proper hijau.

“Kita ingin membuat area pabrik dan perumahan menjadi hijau serta asri sebagai wujud melestarikan lingkungan hidup demi kemajuan perusahaan kedepan,” ungkap Jaka.

Pemilihan pohon trembesi dilakukan karena pohon ini dikenal sebagai salah satu pohon yang kuat dan usianya yang mencapai puluhan tahun. Selain itu kemampuan daunnya yang mampu menyerap CO2 secara maksimal. Pohon ini merupakan salah satu pohon yang dapat memperbaiki kualitas udara di sekelilingnya. Akar trembesi juga bermanfaat untuk menyerap air tanah di sekitarnya secara maksimal, sehingga mendukung persediaan cadangan air tanah bagi lingkungan di sekitar.

Peninjauan Langsung Persiapan Ekspor Pupuk Urea Curah Non Subsidi PT PIM

Peninjauan Langsung Persiapan Ekspor Pupuk Urea Curah Non Subsidi PT PIM

Krueng Geukueh - SVP Keuangan PT Pupuk Iskandar Muda Syahrul Kamal mewakili manajemen menerima kunjungan SVP Strategic Marketing PT Pupuk Indonesia (Persero) Kartina Wahyu Wiyati beserta staf pada Selasa (16/02/2021).

Agenda kunjungan dalam rangka meninjau langsung persiapan produk dan sarana prasarana untuk kegiatan ekspor pupuk urea curah non subsidi. Pada kesempatan ini Kartina menyampaikan bahwa produk urea PIM harus dapat dipasarkan secara luas.

Kegiatan ekspor  urea non subsidi dapat dilakukan setelah adanya rapat koordinasi terkait ketersediaan dan kebutuhan pupuk di dalam negeri serta mempertimbangkan usulan dari PT Pupuk Indonesia (Persero).

Syahrul Kamal menyatakan bahwa PT PIM siap melakukan kegiatan ekspor pupuk urea curah non subsidi pada bulan Maret 2021.

"Dari segi sarana prasarana dan produk, PT PIM sudah siap melakukan penjualan ekspor," jelas Kamal.

Dengan adanya kegiatan ekspor urea non subsidi, diharapkan dapat memperkuat posisi PT Pupuk Iskandar Muda di sektor industri dan pertanian.

 

 

Direct Review of PT PIM's Non-Subsidized Bulk Urea Export Preparation

Direct Review of PT PIM's Non-Subsidized Bulk Urea Export Preparation

Krueng Geukueh - SVP of Finance of PT Pupuk Iskandar Muda Syahrul Kamal, representing management, received a visit from PT Pupuk Indonesia (Persero) SVP of Strategic Marketing Kartina Wahyu Wiyati and staff on Tuesday (16/02/2021).

The agenda of the visit is in order to directly review the preparation of products and infrastructure for non-subsidized bulk urea fertilizer export activities. On this occasion Kartina said that PIM urea products must be widely marketed.

Non-subsidized urea export activities can be carried out after a coordination meeting regarding the availability and demand for fertilizer in the country and considering the proposal from PT Pupuk Indonesia (Persero).

Syahrul Kamal stated that PT PIM is ready to export non-subsidized bulk urea fertilizer in March 2021.

"In terms of infrastructure and products, PT PIM is ready to carry out export sales," explained Kamal.

With the non-subsidized urea export activities, it is hoped that it can strengthen PT Pupuk Iskandar Muda's position in the industrial and agricultural sectors.

Kantor Pusat :

Jl. Medan - Banda Aceh PO. Box 021
Aceh Utara, Indonesia
Telp (62-645) 56222; Fax (62-645) 56095;

Kantor Perwakilan :
Jl. Bangka Raya No. 107, PO. Box 4177
Jakarta, Indonesia
Telp (62-21) 71793227; Fax (62-21) 7179096;